UPDATE:
Pihak WWF melalui Direktur Eksekutif Mubariq Ahmad sudah membuat permohonan maaf dan penjelasan tentang perisiwa tersebut. Bisa dilihat di sini.. Sayangnya, ini tidak dipasang di situs resmi mereka.
—————————————————————————-
ARTIKEL ini sedianya dimuat di surat pembaca Majalah Femina. Pak Edi, sang pengirim, setelah saya telepon (dari nomor di bagian akhir surat) membenarkan telah mengirim surat ini, namun belum dimuat. Menurut penuturan Pak Edi, dia juga heran kenapa redaksi Femina malah menyebarkan suratnya ke publik internet sebelum dipasang di rubrik surat pembaca.
Well, di luar masalah itu, ini pelajaran bagi siapapun yang hendak melakukan presentasi; persiapan, persiapan, persiapan. Dan, ini juga amat penting: jangan andalkan laptop orang lain. Jika hendak melakukan presentasi di suatu tempat, bawa laptop sendiri. Lembaga sekelas WWF mestinya sadar soal ini.
Saya adalah orang tua dari dua orang anak, masing-masing duduk di TK B (5th) dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK&SD di Kemang, Jakarta Selatan. Sebagai bagian dari eks-kul, pada tgl 29 April 2007 kedua anak saya tersebut memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti workshop lingkungan hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia , judulnya WWF-Aksara Goes Green, maksudnya kampanye penyadaran mengenai pemanasan bumi (global warming) guna menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan hidup, serta memeliharanya sebagai sesuatu yang harus Kita pelihara demi semua yang tinggal didalamnya. Dituliskan di surat undangan bahwa kegiatan akan berupa bercerita, permainan, berdiskusi dan membuat prakarya green project, dan untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali.
Sebagai orang tua kami memang sangat senang bahwa Ada kegiatan positif semacam ini, paling tidak kami berpikir hal ini akan sangat berguna bagi masa depan anak-anak kami serta bumi Kita di masa depan. Kedua anak kami pun tampak begitu bersemangat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut, bahkan beberapa Hari sebelumnya mereka sudah mengumpulkan daun-daun kering sebagai materi prakarya.
Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara mulur, komputer serta LCD/layar lebar tidak berfungsi Dan lain-lain. Sehingga di tengah acara saat pergantian VCD penyuluhan, dimana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu : memutar video porno rated XXX (maaf tidak dapat kami ceritakan di sini) yang filenya kebetulan berada di dalam komputer dan salah klik oleh petugas.
Selama puluhan detik adegan tersebut ditayangkan pada layar lebar dan lengkap disaksikan oleh guru-guru, petugas WWF Dan TB Aksara juga tentunya. Puluhan siswa TK serta SD beserta orangtua masing-masing sampai (maaf) adegan pemeran film ejakulasi. Coba bayangkan.
Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat, Ada beberapa anak yang menjerit, tapi Ada pula yang bertepuktangan, dan untuk beberapa saat acara sempat terhenti. Banyak dari kami termasuk petugas (seperti telah diterka) yang terkesima dan tak berbuat sesuatu, sampai salah seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti cara kerja kompter, pasti paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik untuk off, alias tidak langsung mati)
Setelah kejadian tersebut, memang baik video WWF maupun video porno tidak tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara pihak WWF Dan TB Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para orangtua murid seraya meminta maaf dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena “kecelakaan” tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut mereka, laptop milik salah satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB Aksara).
Sampai di sini, kami memang sangat menyesalkan kejadian tersebut, Dan tinggal pertanyaan dari kami sebagai salah satu orangtua murid yang hadir. WWF sebagai sebuah organisasi dunia professional yang setiap saat tanpa henti melakukan penyuluhan dan presentasi, apakah tidak pernah melakukan persiapan secara matang seperti layaknya apabila hendak melakukan sebuah presentasi? Misal: peralatan yang compatible (bukan alasan yang masuk akal bila hal ini dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan seperti kata mereka, karena komputer yang Ada tidak compatible dengan DVD kata petugas sehingga harus mencari pinjaman laptop dari orang lain) padahal menurut kami ini lebih pada kelalaian petugas (atau malah faktor kesengajaan) ?
Apakah mereka menganggap hal ini sepele, sehingga jawaban dari petugas (yang cukup membuat kami terkejut) yaitu tidak perlu dibahas dengan anak-anak, mari Kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak akan menyimpan dalam memori otak masing-masing tentang hal yang telah mereka lihat pada tayangan di layar lebar tersebut? Coba bayangkan apabila para petugas tersebut berada pada posisi kami, yaitu memiliki anak di bawah umur (5 Dan 7 tahun) yang kedapatan menonton film porno, apa kira-kira reaksi anda?
Presentasi penyuluhan yang disampaikan bagi siswa-siswi SD yang menggunakan bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun bahasa Indonesia lengkap dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak siswa tidak mendengarkan sama sekali Dan mengerjakan hal lain karena mungkin menurut penceramah “lebih gaya ” (padahal mereka orang asli Indonesia , menurut tebakan saya), serta tidak perlu memperhatikan yang tidak gaya karena tidak dapat berbahasa Inggris?
Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat tentang acara WWF Dan TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa Ada seorang perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus.
Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami? Bagaimana mengatasi hal ini baik dari sisi pendidikan, psikologi, hukum, dll ?
Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang berwenang : WWF, TB Aksara, para pakar pendidikan, pakar psikolog anak, pihak berwajib/kepolisian , hukum para orangtua Dan yang berkepentingan bagaimanakah hal ini bisa dihindari Dan menanggulangi bersama?
World Wildlife bukan berarti hidup liar Dan pergaulan bebas kan? Global warming tidak sama dengan film Bumi makin panas kan ?
D. Editjahyono
Alamat : Jalan Mesjid Bendungan 12 rt02/07
Cawang – Kramat jati, Jakarta 13630
Telp (HP) : 0816-828***
Date: 04 May 2007
HAH??? Mosok sampai bisa begitu… Kok sepertinya sangat tidak profesional gitu ya?
Oh ya, Mas Firman… kalau ada update tentang peristiwa ini, tulis ya…
Date: 04 May 2007
Satu kata: TUNTUT! :)
Date: 04 May 2007
satu situasi yang memang membutuhkan penjelasan yang menenangkan bagi setiap pihak khususnya untuk orang tua dan anak-anak tersebut. karena ketika sampai di rumahlah berbagai masalah akan muncul
cek dan ricek memang mau tidak mau ada di mind set siapapun yg akan melakukan presentasi.
tertarik sekali untuk menunggu perkembangan dan penjelasan lanjutan dari pihak yang terkait.
Date: 04 May 2007
Lain kali daripada panik ato nunggu komputer mati, mending cabut aja kabel LCD-nya!
Date: 04 May 2007
weks … kok bisa-bisanya :P
Date: 04 May 2007
WWF-Indonesia is in hot water right now.
Date: 04 May 2007
Ini mah asli human error… ga bisa disalahkan WWF-nya begitu saja nah.
Date: 04 May 2007
Ini ketelodoran orang Indo dan kurang disiplinnya dalam bekerja, sangatlah hal yg memalukan, dan perlu diberitahu dgn resmi ke team yg menyiapkan laptop nya,kalo di eropa dah dituntut tuh guru2nya atau teamnya,tp saya sangat menyayangkan kekurang tertibnya dalam tugas, apalagi tugas menyangkut untuk anak2.
Date: 04 May 2007
Wahh…ini namanya musibah dan apes!!, sebenernya lebih ke human error!, jangan sampe ajah ada orang katro yang menyangkut pautkan dengan institusi secara keseluruhan. Pesan sayah seh..”Makanya tata dengan baik sistem file computer anda!” :P
Date: 05 May 2007
“sampai salah seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti cara kerja kompter, pasti paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik untuk off, alias tidak langsung mati)”
wah..
mbok ya tinggal cabut kabel kan beres?
apa matiin playernya?
Date: 05 May 2007
Itu kelalaian dan lebih baik di Tuntut !!!
Walau pun human error, tapi ini mewakili lembaga, lebih baik beri peringatan ke lembaganya… atau minimal orang yang nyimpen file itu kena hukuman sebagai bentuk reaksi dari lembaganya…
Date: 05 May 2007
sakit emang. saya saja pribadi masih refresh kejadian yg terjadi pada saat umur 5 taon. ga ada yg masalah seksual untungnya, tapi clear in my head kalo anak kecil itu memory nya ok banget.
mo cara gimana coba? emang butuh pawang negara ini masih butuh tangan besi.
turut berduka atas incident yg luar biasa ini.
Date: 05 May 2007
Wah ini bisa jadi metoda bagus untuk mengajarkan konsep global warming buat orang dewasa. Biar materi lebih masuk, kondisi peserta kudu di warm-up dengan presentasi HOT HOT macam gini. Buat WWF, kalo ada lagi presentasi HOT gini, undang undang yah.
Date: 05 May 2007
Heran gue, emang tipikal orang indonesia ini hipokrit. Ya kalo emang salah kayak gitu ya mau diapain, masak pake digede2in bahwa anaknya bakal trauma etc, hahaha, ada2 aja. Seolah2 sex itu barang menjijikan, hahaha, padahal tiap malam pada minta jatah tuh,…
Yah, bad things happen, tp jangan digede2in lah. Paling2 pas anak anak itu dah ngerti tentang sex, mereka cuma akan mengenangnya dengan ketawa ketawa aja…Gak bakalan pada jadi psikopat cuma karena hal kayak gitu….
Date: 05 May 2007
Astaghfirullah……..
menurut saya masalah tuntut menuntut itu nomer dua lah. Yang penting gimana caranya memberikan pengertian kepada anak-anak yang nggak sengaja nonton film laknat tersebut… tanpa merusak moral mereka….
~ Aku turut simpati mas firman
~ Kalau aku punya anak dan anakku diperlakukan seperti itu, aku jelas marah…. dan jelas aku akan tuntut
Date: 05 May 2007
hmmm… sebaiknya kita menjauhkan diri dari yang seperti itu (yang porno2 dan yang ga patut). Meskipun untuk konsumsi sendiri, tapi menyimpannya saja sudah membawa mudharat apalagi kalau kita bagi dan kita tontonkan pada orang lain.
Ini mungkin peringatan bukan buat pemilik laptop dan pengoperasinya, tapi juga buat para orang tua untuk menjadi tauladan dan mulai mengurangi hal2 yang sifatnya buruk tersebut.
Date: 05 May 2007
yup, bener kata sebagian komentar diatas. mendingan di tuntut aja, hukum itu cuma membedakan benar atau salah, bukannya sengaja atau tidak sengaja. kalau memang terjadi kesalahan (walaupun tidak disengaja), ya tetap salah. So, mendingan dituntut saja. Soalnya dampak psikologis untuk anak-anak tersebut lebih besar, dan tidak hanya cukup dengan permintaan maaf. Bener juga kata kang adinoto, anak kecil itu memory nya lebih kuat.
Lagian juga, goblok banget sih file-file video porno kok dicampur dengan file non-porno. Kalau pengen koleksi porno silahkan aja, tapi diaturlah penataan tempat file nya.
Date: 05 May 2007
Permasalahan sebagian besar orang: Membesar-besarkan masalah kecil dan mengecilkan masalah besar…
Date: 05 May 2007
Permasalahan sebagian besar orang: Membesar-besarkan masalah kecil dan mengecilkan masalah besar…
Date: 05 May 2007
Konyol………..gk profeional abiez.. memalukan
Date: 05 May 2007
Turut prihatin mas firman dan ortu2 lainnya yg hadir di acara tsb. Wwf dan tb aksara harus bertanggungjawab thd terjadinya insiden ini.
Date: 05 May 2007
Kereeen!!!
Date: 05 May 2007
Saya turut prihatin atas kejadian ini, nggak habis pikir kok bisa-bisanya kejadian ini terjadi.
hmmm …
Date: 05 May 2007
ah gebleg aja tuh petugasnya…
ga ngerti komp, ikut2an…
nampang kali tuh dia ma orang WWF…
hahhahahahahahahaha… LoL…
btw anak masih umur segitu masih blom ngerti juga kok…
santai aja…
kl pengen tuntut n masuk TV, ya sok aja lah…
di tunggu di TV ya…
LoL… hahahahahahahahaha…
Date: 05 May 2007
Brati perlu diadakan pendidikan seks lebih dini bagi anak2 yang terlibat dalam insiden ini…..
Bisa bahaya jika tidak jelas, masak air **** dibilang ingus
Date: 05 May 2007
menarik……. WWF …
tapi jng – jng pelemnya kuda lagi uhuk – uhuk , itu termasuk rated XXX kan?
Date: 06 May 2007
gila juga kebobolan kok sampe segitunya. tapi yang bikin sebel malah mereka menyerankan para ortu untuk ‘tidak menjelaskan’ pada anak2 mereka. nggak sopan banget sih? kalimat itu yang harus membuat mereka dituntut. kalau mengenai keteledoran mereka sampe salah putar film, ya biar mereka sendiri yang nanggung malu dll-nya. nama besar mereka bukan berarti mereka bisa berbuat seenaknya, seolah2 anak2 [dan para orang tuanya] hanya penggembira project mereka. apalagi pada sok pake bahasa inggris gitu, sadar nggak sih mereka itu? [makin sebel mode: on].
tuntut mas, jangan takut.
Date: 06 May 2007
@lili: saya nggak ngalami, cuma menyampaikan berita.
@Tom: kalo gw ngeliat masalah kayak gini selalu gw kembalikan pada pertanyaan: gimana kalo itu terjadi pada gw dan orang2 terdekat gw, lets say, my kid(s)?
Kebayang ga sih lu klo ponakan lu yang ngeliat film gituan? Bukan soal munafik/nggak munafik, apalagi pake bawa-bawa embel2 bangsa/negara. kontraproduktif men. stop acting as if you are not Indonesian bro…
dan, ya, setiap orang watching XXX, but that is not the issue here. it’s about professionality.
Date: 06 May 2007
ah, bukan masalah besar man.
Date: 06 May 2007
kok lu jadi wise gini man? ah gak asik deh lu…wakakak…btw, selamat 2nd anniversary yah…salam buat bojo mu, salam tampol dr gue…
Date: 07 May 2007
@Tom, huhueue. sedari dulu gw ini wise guy tom. tambah wise lagi setelah merit, kekeke. makanya merit biar wise.
thanks ya. nggak terasa dah 2 taun.
Date: 07 May 2007
Pasti anak-anaknya bakal inget terus kejadian itu. Yang cuma beberapa detik aja bisa inget seumur hidup, apalagi yang puluhan menit.
Perlu dituntut aja, gimana mempertanggungjawabkan masalah psikologis anak-anak yang menyaksikan video pemanasan global (emosi).
Date: 07 May 2007
itu bener bener contoh pemanasan Global. Hehehehe…semua pihak harus bertangung jawab tuh….enak aja dilupain aja…emangnya dia kagak punya anak apa ??!!!!
Kalo yg nonton 20 th ke atas..bisa dibilang bonus..ini anak – anak…bisa ngerusak.
Date: 07 May 2007
hasyahhh…..teledor abisss!!! persiapan presentasinya sejam doang apa ya?!
Date: 07 May 2007
apa perlu kita blow up kasus ini agar mereka lebih aware? karena ini adalah hal yang sangat serius.
Date: 07 May 2007
* kabuuuur!!!! *
Date: 07 May 2007
Mestinya langsung cabut aja kabelnya, susah amat. SD-nya ga lulus kali tuh…
Date: 08 May 2007
Kawan-kawan, mari jangan lewatkan peristiwa ini tanpa masing-2 kita mengambil manfaat darinya.
Yg berlaku ini sebenarnya kan cerminan masyarakat kita, dimana VCD porno sudah begitu luas beredar. Kalau ini berlangsung terus, maka tinggal masalah waktu aja, tayangan-2 spt itu sampai di hadapan mata anak-anak kita. Tul nggak?
Jgn dikira anak-2 kecil itu diam saja duduk manis di rumah kalau ortunya tak ada di rumah. Mereka punya naluri untuk bongkar-2, intip-2 barang-2 milik ortunya. Lemari terkunci? Harap diketahui… suatu keasyikan bagi mereka untuk menemukannya, kita dulu juga begitu kan?, toh luas kamar ortu hanya segitu saja dan luas rumah itu hanya 100, 200, 300, 500, 1000 m2.
Dan jumlah kamar di rumah hanya 2, 3, 5 kamar. Segala kunci-kunci yg disembunyikan dirumah hampir bisa dipastikan akan dapat ditemukan oleh anak-anak….
Kejadian di Aksara itu adalah yg kebetulan terjadi di hadapan para ortu. Yg selama ini terjadi di belakang mata ortu??? Ya itu, buktinya ada anak-2 yang pada tepuk2…
Solusinya bukan pada olah akal untuk mencari bagaimana caranya orang tetap bisa nonton pornoaksi tanpa anak-2 ikut bisa pada nonton.
Solusinya adalah meninggalkan semua yg porno-porno. Nggak mesti bikin organisasi WWP (World Without Pornography) utk memerangi pornografi.
Satu-2nya kunci adalah rasa takut pada Tuhan.
Bahkan ini adalah kunci segala permasalahan manusia sepanjang zaman apalagi di zaman puncak kerusakan sekarang ini.
Kalau sudah tak takut pada Tuhan, manusia sanggup berbuat hal-2 yg dilarang Tuhan. Dan akibatnya cepat atau lambat akan ditanggung oleh manusia sendiri.
Di dunia ciptaan Tuhan ini kita tak dapat hidup semau sendiri, kita hanya menumpang di alam semesta ciptaan Tuhan ini. Sebagai pihak yang menumpang tentulah kita patutnya menjunjung tinggi etika dan aturan-2 Sang Tuan Rumah. Mari bayangkan kita bertamu ke istana SBY, bagaimana kita bersikap dan bertingkah laku di depan SBY? Tidak harus menjadi pendukung setia SBY untuk memilih bersikap santun di hadapan SBY.
Kita memang sudah banyak melupakan Tuhan kita, padahal kekuasaan Dia atas kita semua adalah mutlak. Dia mampu menjadikan kita kaya-miskin, sakit-sehat, mulia-terhina, selamat-celaka. Terlebih lagi selama ini kita semua sudah dijamu oleh Dia di tempat yang Dia ciptakan ini.
Sungguh kita ini memang orang-orang yang tak tahu diri.
Ampun maaf.
indra
http://www.cinta-agung.port5.com
Date: 09 May 2007
mohon saran, saya salah satu ortu korban, sampai sekarang ini hanya pihak aksara yang berani bertemu dengan para ortu, pihak WWF hanya melempar fotokopian surat permintaan maaf, saya adalah saksi ketika yang mengoperatorkan laptop notabene orang dari WWF menjawab ketika salah satu dari ortu menanyakan kenap tidak langsung dimatikan karena film tersebut sempat berada dilayar laptor selama 2 – 3 detik sebelum terpantul ke screen, ini jawabnya “Yach…saya tidak biasa menggunakan laptop!”, ketika saya tanya adegan apa yang terputar, dia diam dan menjawab ” ach..cuman 1 atau 2 detik kok bu!!!”
Date: 09 May 2007
Memang agak rumit. Ini kelalaian yang dampaknya belum terlihat (terasa). Saya tidak begitu paham hukum, ibu.
Date: 09 May 2007
Gunakan gerakan blog/milis.
Sebarkan ke milis2 yg anda ikuti.
Dengan begitu WWFnya yg pasti melek internet pada malu semua.
Date: 09 May 2007
wek…kacruuuuutt!
Date: 10 May 2007
Ya elaahhh, bener tu hari gini ada orang yang gaptek ky gt? orang WWF lagi, buset dah… Buat orang tua korban, mendingan anak2nya dijelasin sebijaksana mungkin, jangan sampai mereka cari tau sendiri… bisa berabe loh urusannya!!! Jangan didiemin, soalnya anak kecil itu rasa ingin taunya tinggi.. enggak mungkin mereka diem2 aja abis ngeliatin yg gituan.. Ini peringatan buat kita, jangankan film porno, gambar2 porno pun kalo bisa jangan dijadiin satu tempat dengan file lainnya (kalo bisa diremove, terus diformat sekalian biar kaga balik2 lg). Berabe kan, ga usah dibuka, gambar XXX itu bisa langsung keliatan kalo view setting ke thumbnail, apalagi filmstrip…wah-wah bisa berabe…
Intinya, hati-hati dalam segala hal, segala yang kita lakukan hari ini akan berimbas ke hari yang akan datang
Date: 10 May 2007
moral of the day, kalo nyimpen bokep jangan sembarangan :)
Date: 13 May 2007
Hi My Name Is ivanem.
Date: 17 May 2007
merinding bacanya
Date: 18 May 2007
Jadi masuk keajabian dunia ke 8 tuh, gile bener ternyata diIndonesia ini masih banyak orang yang gaptek ya, sampe2x pake komputer aja ga jelas tujuannya
salah sapa tuh
Date: 19 May 2007
Salam kenal semuanya !!!
Kebetulan saya ada di TB Aksara saat insiden ini terjadi..Sepengetahuan saya durasi insiden itu sekitar 3-5 detik. Karena saya melihat ada petugas dari WWF yang menutup lensa LCD. Saya tidak bermaksud membela wwf/aksara.
Secara pribadi saya juga menyayangkan insiden ini. Tetapi apa yang disampaikan Pak Edi tidak semuanya tepat. Petugas tidak berusaha mematikan komputer tetapi menutup program Windows Media Player.
Sebelumnya, saya juga ingin bertanya saat insiden apakah Pak Edi/istri melihat langsung (berada di area) atau berada di area lain di TB Aksara ??
Selanjutnya, saya sebagai orang biasa yang tidak terlalu paham apa itu profesionalisme, apa itu lembaga besar dan tetek bengek lainnya..melihat bahwa TB Aksara dan WWF punya niat baik jangan sampai “kepicikan” kita dalam menghardik dan menyudutkan membuat niat baik itu terkubur. Lihat secara proporsional, bukankah kesalahan itu bisa dilakukan siapa saja. Yang jelas saya melihat secara lembaga WWF dan TB Aksara tidak melarikan diri. Permohonan maaf terbuka dan resmi telah dikeluarkan lalu diskusi dan dialog dengan orang tua dan anak2 juga diupayakan.
Kita sudah kenyang dengan manusia yang hanya bisa menuntut tanpa bisa berkontribusi, yang lebih pandai menyalahkan daripada bergandeng tangan untuk perbaikan. Bukankah bangsa ini hancur karena sikap-sikap seperti itu ??
Kehebohan atas insiden ini menyeruak begitu cepat, tidakkah yang menyebarluaskan ini berpikir dampak dari apa yang dilakukan….akhirnya mudah2an peristiwa macam ini bisa membuat kita makin bijak..
Salam
Date: 20 June 2007
Walah, parah amat, gak muna, saya sendiri juga sering nonton film xxx, tapi amit2 deh klo sampai2 anak2 kecil dibawah umur dipaksa menonton film serupa
Payah, payah dan parah
Date: 29 June 2007
hanya satu kata: EDAN !
Date: 01 July 2007
kalo gak bis matiin kan gampang sebenarnya …BANTING AJA LAPTOPNYA …mati juga filmnya.. sungguh terlalu…apa gak di set dulu ama teamnya.sebelum maduk ke LCD mbok ya di tes dulu…untuk orang tuanya, sabar dan kasih pengertianuntuk anak-anaknya semoga mereka mengerti apa yang terjadi.
Date: 14 February 2008
Saya rasa harus ada tindak tegas untuk TB Aksara WWF atau apalah, bukan karena film setan tersebut, tapi lebih kepada persiapan dan moral siapapun mereka…jika persiapan baik kejadian tersebut tak akan pernah terjadi…
Date: 25 February 2008
Your site is good, thank you !
Regards, Michel Gawayan