INI cerita istri saya.
Di depan rumah sakit tempat dia kerja ada seorang tukang ketoprak. Rekan-rekan sejawat istri saya biasa beli ketoprak di situ. Relasi pembeli-pedagang berjalan seperti lazimnya.
Kemarin, istri saya dan seorang rekannya dikejutkan oleh bapak tukang ketoprak itu.
“Dok, mau oleh-oleh nggak?” tanya si bapak tiba-tiba.
Setengah bingung istri saya menjawab, “Mau dong pak. Eh, oleh-oleh apa? dari mana?”
Bapak itu mengeluarkan sebatang terasi khas Cirebon. “Terasi dok, dari Cirebon,” ujarnya. “Tapi, mohon maaf adanya cuma satu. Buat dokter (menunjuk rekan istri saya) nanti ya, bulan depan istri saya ke Cirebon lagi.”
Istri saya dan temannya itu saling berpandangan, kemudian berucap terima kasih sedalam-dalamnya.
Rasa heran istri saya hinggap sampai di rumah, ketika dia menceritakan semuanya kepada saya. Ada dua hal, kata istri saya, yang sekarang benar-benar dipahaminya: bahwa rezeki memang bisa datang dari mana saja, apa pun bentuknya. Dan, bahwa di dunia ini memang masih ada orang baik, yang dengan sepenuh hati membuat orang bahagia.
Saya kemudian berseloroh, “Jangan-jangan dia ‘menyogok’ agar kamu terus membeli ketopraknya.” Kata istri saya, “Kamu tuh pikirannya picik. Orang baik dicurigai, orang jahat juga dicurigai. Gimana bangsa ini mau maju kalo masyarakatnya saling curiga terus?”
Benar juga dia.
Date: 29 December 2007
‘Orang kecil’ biasanya memang lebih tulus memberi Mas. Meski hanya bisa memberi ala kadarnya…tp itu sdh membuatnya bahagia bisa memberi ke orang lain.
Date: 29 December 2007
Iya benar tuh istri mas, soalnya di Indonesia banyak orang yg penuh pikiran negatif.
Tadi baru lihat di TV, ada acara diskusi (di sebuah hotel) tentang bahaya elemen elemen yang akan memecah bangsa Indonesia.
Duh, ngapain coba pikirin yang gituan. Kenapa buang buang waktu membahas topik yang negatif seperti itu.
Diskusi tentang bagaimana membangun bangsa aja lah.
Manusia tidak goblok kok. Kalau negara maju, nanti ngga ada deh ancaman memecahkan negara. Rakyat akan otomatis menolak siapapun yang berusaha merusak.
Kalau negara tidak beres, ya ada yg berharap kalau negara pecah siapa tahu lebih maju.
Uhhhh. Indonesia, berhenti berpikir negatif!!!!!
Capek donggggg.
Date: 29 December 2007
itu sindiran buat si dokter, biar kalau berobat gak mikirin duet bayarannya saja :)
Date: 30 December 2007
Setuju ma geblek, dokter dokter sekarang cuman mikir bayaran ajah, disuruh PTT atau kerja di daerah terpencil macam macam aja alasannya buat kabur. Mana yg di kota juga gak OK, orang berduit pada ngabur ke Singapur, Malaisa dan Amrik buat berobat biar ketemu dokter pinter
Date: 30 December 2007
lho bukannya masih ada, tapi masih banyak…cuma karena kita sering menutupnya dengan pikiran negatif, jadi ga keliatan :D
Date: 30 December 2007
stuju ama Hedi… orang baik masih banyak, tapi kadang tidak ter-ekspose karena kebaikan-kebaikannya dianggap sebagai hal yang sudah semestinya, sementara kejelekan atau kesalahannya selalu diungkit sehingga menutup mata kita untuk melihat bahwa…
orang baik itu memang masih ada :D
Date: 30 December 2007
He..he…key nya Jakarta sudah penuh sesak ya….ketemu orang baik jadi bingung. Kalo begitu perlu berkaca ma orang kecil seperti si bapak tukang ketoprak. Menurut saya, si Bapak berbuat begitu bukannya tak ada maksud. Pengalaman saya yang lama hidup di kampung dan saat ini masih ngerasa sebagai orang kampung, yang selalu bahagia jika apa yang mereka punya ikut dinikmati oleh orang lain. Jadi pamrihnya adalah rasa senang berbagi dan kelegaan telah mampu menjalankan amanah Yang Maha Kuasa “Di dalam hartamu ada rezeki orang lain yang harus kamu sampaikan kepada pemiliknya”.
Date: 31 December 2007
iya, apa tanda nya ya?.
kalo orang baik dicurigain, ..
*gue pun sering melakukan hal itu – tanpa bukti
Date: 31 December 2007
lihat deh gimana dunia udah merubah kita :D
Date: 31 December 2007
Istrinya praktek dimana mas?
Siapa tahu bs jd tambahan referensi dokter hehehehe
Date: 24 January 2008
Malang nian tuh tukang ketoprak. Udah penghasilan ga seberapa, berbuat baik ama orang masih dicurigai pula…..Mmmm…man, man (geleng-geleng kepala)
Date: 27 August 2008
fbwte ktfw mawcuhfg jkdesalzt brfhxuvm diqaxtou yqirgxdsn
Date: 28 November 2008
Bagus ini buat pembelajaran bangsa kita yang kian hari kian menjadi.