Archive for the ‘Photography’
And yes, Raja Ampat is among those places. Some of the images from the exhibit, shown here.
Photography is still instinctual, but I am more disciplined now. I am trying to make every frame count, just as in Tai Chi every breath counts.
Love the simplicity and retro feelings.
Please find detailed features on Pentax official website.
People are taking pictures like never before in history, and they are growing to appreciate photography. The quest for us (photojournalist) is to specialize in taking fantastic photos, in telling stories in a way no one else can.
Awalnya sekadar iseng: saya coba-coba daftarkan fotoblog saya ke XL Blog Award Pesta Blogger 2009. Ternyata, blog yang baru seumur jagung itu masuk sebagai nomine.
Saya tidak tahu persis apa hadiahnya. Namun, ada kebahagiaan tersendiri bisa berpartisipasi dalam ajang ini. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya mohon dukungan teman-teman untuk memilih Visualmelancholy.com sebagai Fotoblog Terbaik Pesta Blogger 2009.
Terima kasih.
Ada beberapa email masuk melalui formulir kontak saya soal situs VisualMelancholy yang baru saja saya luncurkan. Hampir semua berhubungan dengan dua hal yang sebenarnya berkaitan:
1. Kenapa saya tidak membubuhkan watermark pada foto-foto saya?
2. Bagaimana saya bisa berani memasang foto sedemikian besar? Apakah tidak takut fotonya disimpan lalu “dibajak” dan diakui sebagai milik orang lain? Apalagi ukuran foto sebesar itu masih bisa dipakai untuk cetak di koran.
Keduanya terkait karena watermark merupakan salah satu cara untuk melindungi hak cipta. Watermark pada foto menjadi penanda bahwa foto itu milik si empunya foto.
Jawaban setengah bercandanya adalah: siapa pula yang mau membajak foto-foto “buluk” saya itu? :)
Soal watermark, terus terang saja, saya pribadi tidak suka foto saya “dikotori” oleh watermark. Ada kenikmatan yang terganggu. Lalu apakah saya tidak takut? Tentu saja saya takut tapi saya berserah diri saja. Jika ada seseorang memanfaatkan foto saya, diakui sebagai miliknya, kemudian dia mendapat keuntungan dari situ, berarti itu rejeki dia, dan biarkan Tuhan yang mengganjar perbuatannya :)
Pasalnya, sehebat apapun watermark, jika memang seseorang berniat untuk membajak ya tetap saja kena. Apalagi dengan kemajuan teknologi olah digital sekarang ini.
Hak cipta itu bagi saya sifatnya abadi dan sangat personal. Bagaimanapun cerdiknya orang mengakui suatu karya (dalam hal ini foto) sebagai karyanya, itu tidak menghilangkan fakta bahwa sayalah pemilik sebenarnya. Setidaknya Tuhan tahu itu :)
Di luar itu, saya punya bukti otentik berupa file asli dalam format RAW :)
Sekarang VisualMelancholy punya akun Twitter. Yang berminat, silakan ikuti untuk mendapatkan pembaruan seputar VM ;)
Akhirnya kesampaian juga niat saya memiliki sebuah fotoblog (lagi). Lagi, karena dulu saat zamannya Pixelpost saya juga pernah punya fotoblog. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya terbengkalai.
Niat punya fotoblog kembali muncul setelah mendapat inspirasi dari The Big Picture dan dari Thomas yang mengaplikasikan hal serupa di blognya.
Maka, domainpun diburulah. Setelah mendapatkan nama domain yang saya suka, langkah selanjutnya adalah mencari “rumah” alias hosting. Ingatan sayapun tertuju pada Vavai, yang beberapa waktu lalu pernah menawarkan hosting kepada saya. Tanpa ba-bi-bu saya hubungi Vavai dan ternyata beliau menyanggupi. Terima kasih kepada kawan Vavai atas kebaikan hatinya. Kapan-kapan kita makan-makan di mal ya :)
Lalu kenapa besar-besar begitu fotonya? Sok-sokan karena fotonya bagus? :) Tentu saja tidak. Lha saya sejatinya memang bukan seorang fotografer.
Pemikiran awalnya adalah karena saya ingin mendokumentasikan karya yang seadanya ini. Lebih dari itu, saya ingin menyimpan memori atau kenangan di tempat yang mudah dijangkau oleh siapapun sehingga kapanpun saya atau kerabat dan teman-teman lain mau lihat bisa langsung diakses. Bayangkan jika hanya disimpan dalam hardisk.
Akan tetapi, tentu saja tidak semua foto saya tampilkan di sini karena keterbatasan server dan bandwidth :) Semoga saja saya diberi ketabahan untuk tetap konsisten mengelola fotoblog ini.


